Cari Tempat Bulan Madu di Banten? Tanjung Lesung Jawabannya

Sebagai lokasi liburan, boleh disebut Tanjung Lesung punya segalanya. Pantai yang elok, alam yang damai dan asri, jejeran pohon kelapa, resort nyaman juga bersih, dan suasana sepi dari keadaan kota. Oke, mungkin tidak ada jejeran kafe tenda maupun restoran tuk berwisata kuliner, namun dengan berbagai kelebihannya, Tanjung Lesung sanggup memikat hati tidak sedikit traveler. Tanjung Lesung yang berada di Banten ini memang relatif jauh dari Jakarta. Bila naik mobil, perjalanan yang ditempuh kira-kira sampai 4-5 jam. Begitu sampai di Tanjung Lesung, kamu segera langsung disambut barisan pohon-pohon besar yang berjejer di dua sisi jalan, menciptakan kanopi teduh. Jalan ini menjadi akses utama masuk ke sejumlah lokasi, semacam Beach Club serta Tanjung Lesung Beach Hotel. Ada terlampau banyak aktivitas yang dapat kamu nikmati di Tanjung Lesung, mulai jalan-jalan di Pantai Bodur yang indah pasir putih, menikmati senja keren, naik sepeda diantara pohon-pohon kelapa, olahraga air semisal kayak atau banana boat, menikmati agrowisata salak birus, sampai menonton tari api & debus kalau berani. Dijamin, kamu ga bosan deh disana!

Oh ya, kamu tahu belum kalau Tanjung Lesung ideal tuk getaway di berbagai situasi, mulai gathering bareng teman-teman kantor, s.d bulan madu romantis bersama pasangan? Pasalnya, Tanjung Lesung punya dua resort cantik dan nyaman, yakni Tanjung Lesung Beach Hotel & Villa Kalicaa. Buat honeymoon, dua-duanya punya fasilitas yang mutakhir dan yang lebih penting lagi adalah suasana tropis nan-romantis. Saat masuk Tanjung Lesung Beach Hotel, keadaan disana terasa seperti di Pulau Dewata. Masing-masing cottage disekat oleh jalanan bebatuan, dengan panorama rumput hijau, danau yang didominasi teratai serta pohon-pohon besar. Nuansa asri dan nyaman ini semakin komplit dengan lokasinya yang dekat menuju pantai, hingga kamu cukup jalan kaki aja ke area pantai yang dihiasi rumput hijau serta pohon-pohon kelapa.

Kalicaa Villa tak kalah kerennya. Suasananya silih romantis, nyaman, juga eksklusif. Villanya semisal villa-villa yang terdapat di Bali, secara adanya private pool yang jelas amat disukai oleh pasangan saat berbulan madu. Kalicaa Villa pun punya restoran di tepi pantai serta bale-bale yang asyik tuk nongkrong dan merasakan suasana pantai. Informasi lengkap soal bulan madu yang ada di Tanjung Lesung, bisa kamu lihat di beberapa agency penyedia akomodasi seperti paket wisata. Gimana dengan gathering? Tanjung Lesung punya banyak fasilitas game kelompok, semacam watersport, polo air, voli pantai, hingga tenis meja. So, bila kamu penat dan suntuk dengan pekerjaan, perlu liburan, gak ada salahnya mengajukan pada atasan tuk mengeluarkan budget jalan-jalan. Bila tertarik gathering di Tanjung Lesung, jangan risau dengan segala kerepotan transportasi & akomodasi, sebab kini banyak disediakan paket gathering karyawan yang telah menyediakan seluruh keperluan liburan rombongan. Seru bukan?

Mengenal Lebih Dekat Analytical Balance

Analytical balance ialah alat ukur suatu item dengan berat begitu kecil, bahkan sampai dengan angka 0.0001gr. Dengan mengenali analytical balance juga piawai kedalam mengoperasikannya pasti begitu membantu kedalam melakukan rutinitas penimbangan di dunia penelitian, pendidikan, ataupun industri. Ada sebagian prinsip yang musti kita pahami dalam tahu analytical balance. Dibawah ulasannya.

Bebas pengaruh lingkungan: Plat yang dipergunakan guna meletakkan contoh yang ingin diukur letaknya ada didalam satu kompartemen transparan tertutup yang difasilitasi pintu guna mencegah debu terkumpul serta mempengaruhi hasil akhir penimbangan.

Reliabel: Analytical balance lengkap sistem yang dinamakan “vented balance safety enclosure”, yang mana dari pengukuran berulang-ulang, fluktuasi atas hasil pengukuran yang terlampau besar mampu dicegah.

Suhu Ruang: Beban yang ingin diukur wajib berada kepada suhu ruang. Hal tersebut buat mencegah konveksi udara yang ada dari sisi alami dalam kompartemen analytical balance ini, membuat kesalahan pembacaan hasil penimbangan akan diantisipasi.

Kalibrasi: Prinsip lainnya yang wajib diketahui dalam mengenali analytical balance yakni bahwa alat-alat ini perlu kalibrasi. Analytical scale elektronik belum mengukur massa aktual, tapi mengukur gaya yang di butuhkan guna melawan berat benda yang dihitung. Oleh sebab itu, kalibrasi begitu penting buat mengimbangi perbedaan gaya itu sendiri.

Ketika sedikit banyak tahu analytical balance via beberapa prinsip tadi, alangkah baiknya kita memikirkan beberapa hal yang diperkenankan maupun tidak boleh dilaksanakan, untuk analytical balance yang digunakan akan bertahan lama serta senantiasa menampilkan hasil penimbangan yang cocok.

Jangan bersandar maupun memberi beban di dudukan analytical balance begitu proses pengukuran lagi berlangsung. Kedalam meletakkan contoh keatas plat. Lebih dulu alasi plat memakai selembar kertas hendak meletakkan sampel yang ingin diukur diatasnya. Menaruh sampel yang ingin diukur secara berhati-hati. Apabila memungkinkan pakailah alat bantu semisal pinset. Jangan menaruh contoh dengan tangan telanjang lantaran sidik jari kita pasti menambah massa. Hal akhir yang musti diperhatikan kedalam mengenal analytical balance yakni gunakan sikat maupun kuas guna membersihkan tumpahan material didalam kompartemen pengukuran. Buang sisa-sisa peralatan yang tidaklah terpakai di tempatnya.

Bandung Punya Wisata Gratis Lho, Namanya….!

Waduk Saguling adalah salah satu tempat wisata yang secara gratis bisa didatangi oleh para pengunjung dari manapun dan ada di wilayah Bandung Barat. Selain difungsikan sebagai penghasil listrik tenaga air, waduk ini pun punya pemandangan indah yang seru tuk dinikmati bareng keluarga atau kerabat. Pada kesempatan kali ini, saya menyusuri tempat Waduk Saguling yang dipergunakan selaku sumber Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Di beri nama Saguling karena memang letaknya ada di Kecamatan Saguling, Bandung Barat. Waduk itu bisa dimasuki dengan membayar tiket senilai Rp.0, kenapa? Memang ada di kawasan jalur alternatif penyambung antar desa yang menjadi jalanan utama juga untuk sebagian warga. Anda bisa menuju daerah Cililin ataupun Soreang di Bandung selatan. Tak ada kendaraan umum seperti angkot menuju waduk ini, yang ada tidak lebih dari mobil pengangkut terbuka yang seadanya digunakan oleh penduduk desa untuk pergi berkebun.

Untuk itu, jika pada saat itu pergi dari arah Bandung kearah Jakarta amat disayangkan kalau saya tak mampir. Begitu masuk, akan ada beberapa petugas keamanan yang bakal membuka palang pintu menuju kawasan waduk, tanpa dikenakan biaya tiket masuk. Sekitar 15 km saya lewati tuk mencapai Saguling yang berada di puncak bukit. Jalanannya meliuk-liuk dan selalu menanjak. Pemandangan cantik berbentuk daratan Bandung Barat terlihat sungguh indah. Sesekali saya bisa menikmati memegang aliran air di dinding bukit yang menghasilkan air terjun kecil. Traveler pun akan menemui menara pengawas bendungan yang rupanya mirip seperti cerobong asap. Baru sehabis itu akan menjumpai persimpangan menuju waduk. Dari sana, saya melewati perkampungan kecil penduduk sampai akhirnya sampailah di kawasan waduk tersebut.

Begitu menyaksikan waduknya, saya benar-benar takjub dengan kemampuan orang-orang disini yang membuat waduk ini. Waduk ini dibendung oleh sebuah jembatan besar yang sudah dibeton. Jembatan ini membendung waduk dan guna menghalau aliran air waduk itu saat dikhawatirkan sedang banjir. Di sisi kiri jembatan tampak pemandangan waduk. Di sebelah kanannya ada hamparan perbukitan yang hijau alami. Ditambah lagi indahnya air terjun kecil yang mengucur di dinding bukit, terasa layaknya pemanis yang membuat mata nyaman. Sebuah pemandangan yang tidak sering saya lihat. Sudah gratis, bisa pemandangan menakjubkan pula. Asyik banget kan?!

Tugu Khatulistiwa, Garis Nol Bumi & Wisata Tanpa Bayangan

Cuma terdapat 12 negara di dunia yang dilewati garis khatulistiwa. Tetapi hanya terdapat 1 kota yang mirip memisahkan belahan bumi utara dan selatan, yaitu Pontianak. Anda tepat pada titik itu saat berkunjung ke Tugu Khatulistiwa.

Tugu Khatulistiwa berada di Jalan Khatulistiwa, Pontianak, Kalimantan Barat. Itulah garis lintang nol derajat bumi, garis yang ideal membelah bumi bagian selatan dan utara. Tugu yang asli, ukurannya lebih kecil, ada di dalam lingkungan konstruksi Tugu Khatulistiwa yang ukurannya besar. Kami pun sempat berkunjung ke tugu ini beberapa waktu kemarin. Historinya semua berawal pada 1928, saat rombongan ekspedisi dunia dari Belanda sampai di Pontianak. Tujuan nya ialah mematok titik khatulistiwa di perkotaan itu.

Di tahun yang serupa, didirikanlah Tugu Khatulistiwa yang berupa tonggak dan simbol panah di atasnya. Pada 1930, tugu tersebut diperbaiki dengan peningkatan lingkaran di bagian atas tugu. 8 tahun kemudian, tugu itu kembali diperbaiki dengan memakai kayu belian (kayu besi khas Kalimantan Barat). Ketinggiannya ialah 4,4 meter.

Tahun 1990, dibuatlah kubah lalu duplikat tugu ukurannya 5 kali lebih besar dari aslinya. Ke-2 tugu ini, baik yang original ataupun monumennya, punya catatan plat dibawah anak panah yang memperlihatkan letak Tugu Khatulistiwa pada garis bujur timur. Jadilah Bangunan Tugu Khatulistiwa, yang dinyatakan oleh Gubernur Kalimantan Barat kala itu yaitu Parjoko Suryokusumo pada 21 September 1991. Sekarang, kawasan Tugu Khatulistiwa dipelihara oleh Pasal 26 UU No 5 Tahun 1992 mengenai Benda-benda Cagar Kebudayaan.

Tiap tanggal 21-23 Maret serta 21-23 September, Tugu Khatulistiwa menjadi obyek Hari Kulminasi Matahari. Spot kulminasi adalah titik yang mana matahari pas berada di atas garis khatulistiwa. Ketika fenomena alam ini terjadi, bayangan tugu akan ‘menghilang’ sewaktu beberapa detik walaupun diterpa sinar matahari. Begitupun dengan bayangan benda-benda yang lainnya di sekitar Tugu Khatulistiwa. Ini jadi, tontonan sekalian pariwisata mengasyikkan untuk warga Pontianak dan turis lainnya. Masih banyak dari wisatawan yang menyaksikan bayangan mereka sendiri lenyap pada saat hari kulminasi itu.

Tidak cuma itu, turis pun boleh ‘melintasi’ garis khatulistiwa akhirnya memperoleh sertifikat. Didalam sertifikat berjudul ‘Piagam Perlintasan Khatulistiwa’ tersebut, mencatat nama dan tanggal dan jam kalian melintasi garis khatulistiwa. Tidak ayal, Tugu Khatulistiwa jadi obyek wajib wisatawan di ibukota Kalimantan Barat tersebut. Harus ingat mampir ya, masuk tugu itu tak dipungut tarif sepeser pun!

Opiniku: Hal Yang Perlu Diperhatikan Zinedine Zidane Jelang Laga El Clasico

Sejak dilatih Zinedine Zidane, Real Madrid mempunyai kecenderungan untuk memainkan formasi 4-3-3 dengan satu midfielder bertahan. Tetapi di awal season ini Zidane mendapatkan sedikit masalah dengan cederanya Casemiro, hingga dia harus mengerjakan beberapa penyesuaian didalam taktiknya. Penyesuaian yang dikerjakan Zidane umumnya adalah ‘memaksa’ midfielder serang seperti James Rodriguez atau Isco menjadi gelandang tengah atau merubah skema jadi 4-2-3-1. Pengubahan ini sejatinya tidak begitu buruk, tetapi permainan El Real tampak kurang maksimal, terutama memakai formasi 4-2-3-1.

Beri Ronaldo Support Lebih

Salah satu kendala yang dihadapi Zinedine Zidane pada ajang El Clasico akhir pekan ini ialah cederanya Gareth Bale. Pemain Timnas Wales itu adalah salah satu pemain kunci dalam skuad Zinedine Zidane dan cederanya Bale jadi kehilangan besar bagi Madrid menjelang El Clasico. Salah satu fungsi penting Bale ialah bagian distribusi serangan. Berdasarkan positional report Whoscored, pada saat Bale dan Ronaldo bermain, terjangan Real Madrid cenderung seimbang didirikan baik dari sisi kiri ataupun sisi kanan. Hal ini artinya jika Bale absen, maka Real Madrid akan mengandalkan Ronaldo untuk memberikan serangan nya pada El Clasico nantinya.

Benahi Eksekusi Bola Mati

Real Madrid terkenal sebagai tim yang mempunyai lini serang yang cukup bahaya. Alhasil ada tim-tim lawan yang perlu bermain cukup keras demi menghentikan lini serang El Real yang dimotori oleh Trio BBC hingga Madrid kerap mendapatkan hadiah bola-bola mati. Akan tetapi menurut catatan yang dilansir Whoscored, Real Madrid kurang baik dalam mengonversi kesempatan dari bola-bola mati [Kecuali Penalti]. Tendangan bebas ataupun sepak pojok El Real minim mencetak gol bagi mereka.

Kontrol Sergio Ramos

Menjadi salah satu bek terbaik dunia, tak ada yang menyangsikan kemampuan Sergio Ramos dalam bermain. Akan tetapi sebelum laga El Clasico nanti, Zidane harus memberikan atensi ekstra untuk bek 30 tahun ini bila dirinya tidak mau timnya menderita. Hal ini disebabkan track record buruk Ramos dalam bermain. Tercatat selama empat tahun akhir-akhir ini dirinya sudah mengantongi 52 kartu kuning dan 6 kartu merah. Untuk season ini dirinya juga sudah mengantongi 5 kartu kuning, salah satu yang paling tinggi di jajaran setiap pemain La Liga.

Perkuat Sektor Kiri Pertahanan

Poin terakhir yang wajib diperhatikan oleh Zidane sebelum laga El Clasico nanti adalah menguatkan sektor kiri pertahanannya. Hal ini harus dilakukan jika menyaksikan kecenderungan para musuh mereka selama season ini. Tulisan Positional Record Whoscored memperlihatkan bahwa beberapa lawan Real Madrid season ini membangun gempuran mereka dari sektor kanan gempuran mereka. Salah satu penyebabnya ialah kecenderungan Marcelo menjadi bek kiri yang kerap maju membantu serangan hingga para lawan mencoba mengeksploitasi sosok defender asal Brasil tersebut saat mereka melakukan terjangan kembali.